Hari kedua di Jogja, kami masih putar otak untuk menghemat ongkos transportasi. Rent bike yang pernah saya hubungi belum bisa memberikan kepastian tentang motor yang bisa dipakai selama beberapa hari. Sementara rent bike lain bersedia menyewakan motor dengan harga yang jauh lebih mahal. Lebih dari lima rent bike yang saya peroleh dari internet sudah saya hubungi. Mereka memberi harga 50 – 70 ribu rupiah per hari untuk kendaraan empat tak (bebek). Kalau menyewa motor matic, harganya bisa lima sampai sepuluh ribu lebih mahal. But show must go on! Roro Jonggrang menanti kami di Prambanan!
Baca entri selengkapnya »
Glandhangan Ngayogyakarta (Hari Kedua): Helm Cinderela Ikut Glandhangan
18 01 2010Komentar : 11 Komentar »
Kategori : Uncategorized
Glandhangan Ngayogyakarta (Hari Pertama)
15 01 2010Yogyakarta, siapa yang tak kenal. Daerah yang ditakdirkan untuk istimewa ini dilimpahi tempat wisata yang tidak sedikit. Pantainya saja hampir di setiap titiknya dijadikan obyek wisata. Terlebih lagi propinsi tersebut berawal dari kerajaan yang lebih dulu ada sebelum Indonesia.
Di kalangan mahasiswa, Yogyakarta atau Jogja dikenal dengan biaya hidupnya yang sangat murah, sepertiga biaya hidup di Surabaya. Barangkali itulah alasan banyak orang berbondong-bondong belajar di sana hingga terbentuk Kota Pelajar. Inilah salah satu alasan saya menyanggupi ajakan Ninin untuk nggelandhang di Jogja bersama Melan.
Meski sama-sama ramai oleh pelancong, jangan bayangkan Jogja seperti Solo, Bali, apalagi Surabaya. Jogja tetaplah Jogja yang mengagungkan istana-sentris, tata krama dan sopan santun. Jogja tetaplah Jogja, dengan turis asing yang semakin melimpah, namun kesiapan pelayanannya belum se-internasional Bali. Jogja tetaplah Jogja, dengan jalan raya yang kecil, lalu lintas yang semrawut, bahkan sering saya temui penduduk setempat yang melanggar aturan (lalu lintas)nya sendiri.
Walau bagaimanapun, Jogja tetap menarik, terutama karena kejayaan masa lalunya. Kejayaan Mataram Yogyakarta termasuk salah satu daya tarik Jogja. Saat ini, Keraton Yogyakarta masih bertahan di wilayahnya secara politik. Hingga beberapa waktu lalu sebelum Hamengkubuwono X mengundurkan diri, yang menjadi raja di Kerajaan Mataram Yogyakarta otomatis menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan kejayaan tersebut, Keraton Yogyakarta menjadi salah satu daerah WAJIB KUNJUNG.
Komentar : 10 Komentar »
Tag: alun-alun kidul, gelandangan, Jogja, ngayogyakarta, Ngglandhang
Kategori : Sesi Tjoerhat, Uncategorized
Catatan Tika We: Jelajah Pantura (Mikir Libur dulu Baru UAS)
20 12 2009Baca Perturan Akademik 2009, gag ada UAS, cuy!! So, gag salah dunkz kalo aku ngajak mikir liburan sekarang.. Daripada mikir UAS Ekonometrika yang gag jelas, atau UAS Simulasi yg never ending love ??
Liburan semester ini, musti dimanfaatin seoptimal mungkin, guys! Secara, semester depan dah Ka Pe. Setahun lagi dah jadi angkatan paling tua, yg summa cum laude mikir TA, yang sum of cum laude . Semester 8? Jangan tanya.. Jelas libur terus tuh!! Hehehe..
Wat liburan yang begitu berharga ini, aq prefer jelajah pantura. Jalur yang akan dibahas ini disebut juga Jalan Daendles atau Jalan Raya Pos seperti novel Pramoedya AnantaMungkin bisa dianggap survey atau gladhi resiknya SE kali ya..
Komentar : 6 Komentar »
Kategori : Uncategorized
Go Blog Tiga Tahun: Sebuah Perjalanan dari Perayaan
21 10 2009Terbangun oleh tugas membuat slide presentasi, akhirnya saya kembali memadu cinta dengan Paqmoc, laptop saya. Browsing berita terkini, mengikuti perkembangan dunia nyata dan dunia maya (baca: blogging), rasanya malam semakin larut dan saya pun semakin mesra dengan Paqmoc. Apalagi ketika menemukan berita yang menarik untuk dikupas, semakin intim saja hubungan kami. Berita tentang Balloon Boy atau Julia Robert, perkembangan tren keyword Google, Y! Messenger, Facebook, dan lomba blog selalu memenuhi ribbon tab jendela Blackozela (nama yang saya berikan untuk browser Mozilla Firefox saya dengan sedikit appearance customizing).
Iseng-iseng, saya buka blog lama. O ya, blog ini (tikawe dot wrodpress dot com) bukan blog pertama saya. Sebelumnya sudah ada Blogsome yang saya tulis sejak Oktober 2006. Ternyata eh ternyata, sudah tiga tahun saya berlaga di dunia blog. Hm, anggap lah posting ini sebagai perayaannya sekaligus Blogger Day (21 Oktober).
Komentar : 23 Komentar »
Kategori : Uncategorized
Seni Berbagi dalam Kebersamaan Bani
11 10 2009Ketika pertama kali membuka mata untuk dunia, adalah keluarga yang menerima kita.
Ada sejuta keajaiban di sana, di dalam sebuah keluarga. Keajaiban yang hangat dan selalu membuat kita nyaman, enggan meninggalkan.
Itulah yang saya rasakan di lingkaran Bani Siswoyo. Lingkaran dengan diameter sangat besar. Ketika kita memasuki lingkaran itu, segala permasalahan di kantor, tugas rumah yang menumpuk, semua terlupakan sesaat. Terlebih lagi pada momen bahagia seperti Idul Fitri.

Bani Siswoyo, dari sinilah saya ada
Sepanjang sembilan belas Idul Fitri yang pernah saya rasakan, Idul Fitri tahun ini adalah yang paling berkesan. Mungkin karena saya sedikit bosan dengan ritual Bani di tiap tahunnya. Setiap momen lebaran tiba, selalu ada tradisi yang wajib dilakukan di Bani ini. Mulai dari memasak bersama, sungkeman, ziarah, dan sebagainya. Namun tahun ini ada yang berbeda: photo session dan family game.
Komentar : 23 Komentar »
Tag: 1430 H, Bani Siswoyo, horee, Idul Fitri
Kategori : Keluarga
Meninggalkan Surabaya (Jalan Pulang Part I)
20 09 2009Akhirnya, libur lebaran datang juga. Jalan-jalan utama sudah penuh sesak sejak beberapa hari lalu. Siaran televisi sudah gencar menayangkan pantauan arus lalu lintas di berbagai titik kemacetan. Berbagai produk mulai pasang tenda bergaya rest area (padahal yang sering terjadi malah pengunjung kepanasan di dalam tenda).
Menunaikan Ngidam Di Tunjungan Plaza

Arek Genap kalo lagi 'sehat'
Mau tidak mau, dengan sangat terpaksa, saya menghentikan sejenak rutinitas belajar bersama di kampus, melepas satu per satu kawan setia yang bolos demi kampung halaman. Untungnya, saya masih sempat ‘pesta’ buka bersama di Tunjungan Plaza hari Rabu malam. Berawal dari ngidamnya Ara dan Ninin pada spaghetti, jadilah saya, Ainy, Yatik, dan Elly menemani menunaikan ‘ngidam’ mereka di KFC. Ups! Acara WINDOWS SHOPPING ini sekaligus menunaikan ngidamnya Ainy pada tas laptop. Maklum, dia baru punya laptop imyutt…
Baca entri selengkapnya »
Komentar : 3 Komentar »
Kategori : Uncategorized
Profesional Statistik, Menjalani Hobi Survey dengan Profesional
11 09 2009SURABAYA – Ilmu statistika merupakan momok bagi sebagian mahasiswa hingga saat ini. Selain karena banyaknya rumus yang digunakan, memahami ilmu ini memang perlu ketekunan dan ketelitian lebih. Halangan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok mahasiswa Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mereka membentuk sebuah komunitas bernama Profesional Statistik atau PSt untuk membantu melakukan survey, data entry, hingga analisis data.
UNAIR dan UNIBRAW adalah dua perguruan tinggi yang paling sering menggunakan jasa mereka. Namun hal ini tidak berarti bahwa klien PSt terbatas hanya mahasiswa akhir semester saja, tetapi juga perusahaan-perusahaan besar. Beberapa perusahaan bahkan sudah menjadi’pelanggan’ PSt. Hard Rock FM, JTV, Sosro, Badan Narkotika Nasional, Honda, hingga Djarum selalu mempercayakan urusan penelitian dan pengembangan perusahaan mereka pada komunitas ini.
Baca entri selengkapnya »
Komentar : 2 Komentar »
Kategori : Uncategorized
Materi Awal Kuliah
1 09 2009Awal kuliah semester 5 ternyata cukup merepotkan. Untung repotnya online, repot tapi seneng..
Wat ekonometrika, software Eview versi 4.1 klik di sini ya.. Tunggu yang versi 5, key?
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Uncategorized
Pengantar Teknik Simulasi
26 08 2009PENGERTIAN
Simulasi merupakan suatu prosedur kuantitatif, yang menggambarkan sebuah sistem, dengan mengembangkan sebuah model dari sistem tersebut dan melakukan sederetan uji coba untuk memperkirakan perilaku sistem pada kurun waktu tertentu.
MENGAPA MEMPELAJARI TEKNIK SIMULASI
Simulasi umumnya dipelajari dengan harapan mampu mempelajari suatu sistem dengan memanfaatkan komputer untuk meniru (to simulate) perilaku sistem tersebut.
KLASIFIKASI SIMULASI DALAM TIGA DIMENSI
- Model Simulasi Statik vs. Dinamik
- Model statik: representasi sistem pada waktu tertentu. Waktu tidak berperan di sini.
Contoh: model Monte Carlo. - Model dinamik: merepresentasikan sistem dalam perubahannya terhadap waktu.
Contoh: sistem conveyor di pabrik.
- Model statik: representasi sistem pada waktu tertentu. Waktu tidak berperan di sini.
- Model Simulasi Deterministik vs. Stokastik
- Model deterministik: tidak memiliki komponen probabilistik (random).
- Model stokastik: memiliki komponen input random, dan menghasilkan output yang random pula.
- Model Simulasi Kontinu vs. Diskrit
- Model kontinu: status berubah secara kontinu terhadap waktu, mis. gerakan pesawat terbang.
- Model diskrit: status berubah secara instan pada titik-titik waktu yang terpisah, mis. jumlah customer di bank.
REFERENSI
Komentar : 1 Komentar »
Kategori : Uncategorized
Belajar Mencintai Indonesia
2 08 2009
Saya tiba-tiba teringat (mungkin kangen juga)
dengan seorang teman dari Bali. Saya pernah bertanya kenapa dia kuliah di Surabaya, tidak di Bali. Padahal ayahnya adalah dosen terkenal di Universitas Udayana, Bali. Jawabannya cukup simpel, tapi menarik. Katanya, kita bisa melihat rumah kita ini bagus atau tidak kalau melihat dari luar. Hm, betul juga.
Saya rasa alasan itu pun secara tidak sadar menjadi alasan mengapa saya sangat gandrung bahkan candu dengan dunia maya, khususnya chat. Sejak pertama kali kenal internet saya langsung jatuh cinta pada fitur instant messenger. Saat itu saya masih SMP, dan yang mengenalkan internet adalah adik kelas saya, Reni. Hehe, jadi malu. Masak kalah sama anak-anak. Hihihi… Waktu itu saya diajari cara membuat Y! Mail dan mIRC. Ternyata saya tidak cocok bergaul di mIRC.
Begitu banyak user yang menyebarkan link-link porno dan cam-girl. Selain itu saya agak kesulitan bergaul dengan orang asing di aplikasi ini. Karena itu saya beralih ke Y!M. Melalui Y!M, saya menjelajahi berbagai room. Dari Asia hingga Afrika, dari penghobi musik hingga homoseksual, dari kelompok pelajar hingga profesor. Mereka umumnya konsisten dengan room mereka. 
Setiap berkenalan dengan orang baru, saya selalu menggiring pembicaraan mengenai negara masing-masing. Sebetulnya di Y!M juga banyak ‘lelaki kesepian’, tetapi ketika saya mengatakan tidak tertarik pada pornowicara, mereka mau menghargainya. Kalau mereka tidak cocok ya menghentikan perbincangan, kalau memang enjoy ya lanjut. Itulah mengapa saya lebih nyaman chat dengan orang asing daripada orang Indonesia sendiri. Orang Indonesia mah jago flirting, tapi kadang diajak ngomong isu internasional suka lola! Meski kurang nyaman dengan orang-orang Indonesia, saya justru merasa bangga sebagai orang Indonesia ketika bergabung dengan room asing. Dengan mengenal dunia luar, saya merasa semakin beruntung hidup di negara demokrasi ini.
India, misalnya. Negeri Taj Mahal ini mengalami perkembangan yang sangat pesat di bidang IT. Namun urusan penegakan hukum, payah puoll!! Seorang teman pernah bercerita, ia pernah diperkosa. Namun ia tidak berani melapor ke polisi. Kalau ia melapor ke polisi, masalah tidak akan selesai, korban malah semakin dipermalukan. Ia akan ditanyai apa warna branya, celana dalamnya, bagaimana ia diperkosa, bagian tubuh mana saja yang dijamah, bagaimana pelaku memperlakukan bagian tubuh tersebut, bahkan tak jarang polisi meminta reka ulang. It seems like..menyuruh si korban menjadi korban lagi. Hell!!
Di film Bollywood, seorang polisi memang nampak begitu berwibawa. Inspektur Vijay selalu datang tepat waktu. Hahaha… Tapi sebetulnya yang ada justru jauh dari kenyataan. Ketika Anda ditipu dan melapor ke kepolisian, kasus Anda bukannya diusut malah Anda dinilai bodoh. Mereka bahkan tak jarang menyalahkan Anda, kok yo gelem diapusi? Apalagi bila Anda seorang muslim. Muslim di India memang terpinggirkan, persis seperti yang digambarkan film Slumdog Millionaire.
Prostitusi, penipuan, dan aksi kekerasan menjadi ‘agenda harian’ di India. Menjadi wanita merdeka di sana juga tidak mudah, apalagi setelah Anda dilamar seorang saudagar kaya. Kasarnya, Anda tidak bisa menolak untuk mencium kaki suami Anda dan berbagi hati dengan wanita-wanita lain. Orang India sangat memuja bangsa barat. Masyarakat bisa memperlakukan Anda bak dewa bila wajah Anda kebarat-baratan apalagi dengan rambut blonde. Hm, tapi ada satu yang saya suka dari India, cara mereka mengucapkan ’sampai jumpa’ pada rekan sesama muslim. Orang India dan Pakistan selalu mengatakan ‘Allah hafiz’ bila hendak berpisah. Ungkapan itu seperti God Bless You.
Dari India, beralih ke negeri Paman Sam. Banyak orang memandang negara ini nyaris sempurna. Rich, educated society, hi-lite, bebas, disiplin, betul-betul nyaris sempurna. Tapi Amerika tidak seindah yang orang bayangkan. LA malam hari tidak jauh berbeda dengan Jakarta, padat dan ‘liar’. Bedanya cuma kerlip lampu brand-brand setempat yang menggantikan bintang di langit. Kebebasan di Amerika juga tidak mutlak dimiliki oleh semua warganya, terutama warga kulit hitam atau negro. Mereka menyebutnya ‘Coloured’ atau orang kulit berwarna. Beberapa juga menyebut secara sarkatis sebagai ‘Black Man American’.
Black and White memang menjadi pembeda yang sangat ekstrim di negara liberal ini. Bahkan sekalipun Anda artis atau penyanyi dan kaya raya, selama Anda tergolong coloured, maka Anda tidak bisa memperoleh hak-hak tertentu. Anda tidak bisa duduk di kursi regular apalagi VIP di bioskop. Anda tidak boleh masuk teater melalui pintu yang sama dengan orang kulit putih. Seorang laki-laki kulit hitam yang terlihat ‘jalan’ dengan perempuan kulit putih, umurnya tidak akan panjang. Ia akan dijebloskan penjara oleh sherif dan mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan di sana.
Di wilayah pedesaan di Amerika, biasanya ada jalan-jalan tertentu yang didiami petani kulit putih. Kalau ada warga kulit berwarna melintasi jalanan tersebut, ia akan digantung dan dibakar hidup-hidup. Persis seperti film lawas The Great Debaters atau film terbaru Queen Latifa yang berjudul The Secret Life Of Bees. Masih banyak lagi negara-negara yang tidak senyaman Indonesia. Prancis dengan larangan berjilbabnya, Vietnam dengan tentara pengaman dan penjualan bayi, Swedia yang pelit senyum, dan sebagainya. Indonesia, my home sweet home.
Komentar : 6 Komentar »
Kategori : Uncategorized









